Membekali Diri dengan Pendidikan Luar Sekolah

Pentingnya Memiliki Keterampilan untuk Bertahan Hidup

Di era serba canggih seperti sekarang, kalau kamu enggak mempercanggih diri, kamu bakal rugi. Nyatanya, jadi sarjana saja enggak cukup. Enggak cukup membuat kamu dapat pekerjaan dan enggak cukup membuat kamu enggak nodong lagi sama orang tua. Makanya, penting banget buat kamu punya NILAI lebih. Kamu mesti punya keterampilan yang bisa kamu gunakan untuk menambah ke-EnggakCukup-an dari menjadi sarjana saja.

Menurut data yang dilansir Badan Pusat Statistik, angkatan kerja di Indonesia pada Februari 2018 sebanyak 133,94 juta orang, naik 2,39 juta orang dibanding tahun sebelumnya.  Jumlah penduduk yang bekerja sebesar 127,07 juta orang. Dari angka tersebut, 64 persen masuk kategori setengah menganggur dan 23,83 persen pekerja paruh waktu. Dari data itu dapat disimpulkan bahwa tidak semua angkatan kerja yang ada di Indonesia dapat terserap sempurna. Bahkan, beberapa angkatan kerja yang sudah mendapatkan pekerjaan tidak mampu bekerja secara maksimal dan optimal. Hal ini bisa disebabkan banyak hal, di antaranya tidak sesuainya dengan keahlian yang dimiliki calon pekerja dengan kebutuhan lapangan atau tidak sesuainya lapangan kerja yang ada dengan keahlian yang dimiliki calon pekerja.

Jika soal lapangan kerja saja sudah banyak yang tidak sesuai, bagaimana dengan upahnya? Tentu saja jauh dari yang diharapkan. Masih berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, rata-rata upah buruh pada Februari 2018 sebesar Rp2,65 juta dengan gaji tertinggi sekitar Rp4,14 juta dan terendah sebesar Rp1,44 juta. Namun, kenyataan di lapangan menunjukan masih banyak sekali pekerja yang mendapat upah di bawah rata-rata upah buruh nasional. Contoh paling dekat adalah upah guru honorer.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata honorer  berdekatan makna dengan kata honorarium yang bermakna upah sebagai imbalan jasa.  Makna kata honorer sendiri adalah (1) bersifat kehormatan dan (2) bersifat menerima honorarium.

 

Namun, apakah honor Rp450 ribu ratusan ribu seperti yang diterima Pak Alim yang sempat viral itu merupakan balas jasa yang sesuai? Di sekolah tempat suamiku ngajar, guru honor juga mendapat balas jasa (red: katanya) tidak jauh berbeda dengan yang diterima Pak Alim. Uang yang nilainya sangat kecil dibanding modal yang dikeluarkan untuk mendapat gelar “Sarjana Pendidikan”.

Bisa dibayangkan apa yang dapat dilakukan dengan honor sekian ratus ribu saja itu? Bahkan untuk ongkos pulang pergi sekolah saja masih jauh dari cukup. Beruntung jika guru honorer tersebut adalah orang kaya atau setidaknya memiliki orang tua yang mampu secara financial. Lalu, bagaimana ceritanya jika guru honorer tersebut adalah kepala keluarga yang juga harus menanggung hidup istri dan anaknya? Jangan dibayangkan, pasti akan teramat suram!

Oleh karena itu, penting sekali seseorang memiliki keterampilan lebih yang dapat digunakan untuk bertahan hidup, syukur-syukur menjadikan hidup orang lain lebih hidup. 

Lukman Adi Kurniawan Guru Honor yang Bebas Horor karena Ahli Desain

Seperti yang saya sampaikan di atas, menjadi guru honorer itu sangat-sangat horor. Bagaimana tidak horor? Honor hanya cukup untuk beli bensin pulang-pergi ke sekolah seminggu saja, belum lagi pertanyaan calon mertua yang bikin keder, ”kerja apa?”

Namun, hal itu enggak berlaku buat Lukman. Pasalnya, walaupun guru honorer, pendapatannya jauh di atas guru PNS. Pria berkelahiran tahun 1993 ini memiliki usaha sablon dan bordir. Pria yang memulai usahanya sejak tahun 2015 silam, ketika dia masih menempuh pendidikan di salah satu universitas swasta di Semarang, nyatanya mampu meyakinkan calon mertuanya sehingga bersedia melepas putri kesayangannya untuk ia nikahi.

Bermula dari kesenangannya terhadap clothing, pria yang mempunyai latar belakang pendidikan keguruan ini berpikir untuk bagaimana caranya ia tidak hanya menjadi konsumen, tetapi bisa menciptakan produk sendiri. Berbekal niat dan kemauan belajar secara mandiri, ia akhirnya mendirikan usaha sablon dan bordir yang ia beri nama “Getsut XVII”. Ia benar-benar belajar nyablon dan mendesain secara mandiri, otodidak. Semua ia pelajari melalui interner. Menurutnya, beruntung sekali ia hidup di zaman kuota internet sudah murah meriah. Dengan berbekal kuota internet untuk mengakses youtube, ia mempelajari seluk beluk desain. Beruntung, karena ia menjadi salah satu yang dapat mengimbangi laju teknologi dengan memanfaatkannya. Saat ini, usaha sablon dan bordirnya sudah berjalan hampir 3 tahun.

Melihat pengalaman seorang Lukman Adi Kuniawan, tentu Kawan Suzan setuju pentingnya membekali diri dengan keterampilan. Keterampilan semacam ini umumnya didapat dari pendidikan luar sekolah. Kenapa harus pendidikan luar sekolah? Karena saat ini pendidikan formal atau pendidikan sekolah masih masih menitikberatkan pengetahuan kognitif.

 

Produk Getsut XVII

Usaha Sablon dan Bordir Milik Lukman

Pentingnya Pendidikan Luar Sekolah dalam Membekali Keterampilan untuk Bertahan Hidup

Mengapa orang tua mau susah payah menyekolahkan anaknya? Jawaban paling realistis adalah agar anaknya mempunyai bekal untuk hidup lebih baik darinya. Hidup lebih baik di sini adalah lebih baik secara strata ekonomi  juga sosial. Lantas, apakah saat ini sekolah tinggi sudah menjamin seorang anak memperoleh bekal yang cukup untuk hidup lebih baik? Di sinilah pentingnya pendidikan luar sekolah. Melengkapi pendidikan dalam sekolah agar lulusannya mempunyai bekal yang cukup untuk hidup yang lebih baik.

Dalam sistem pendidikan di Indonesia, terdapat tiga jalur pendidikan. Tiga jalur tersebut adalah pendidikan formal atau lebih akrab disebut pendidikan sekolah serta pendidikan nonformal dan informal yang masuk ke dalam ranah pendidikan luar sekolah. Ketiganya merupakan satu-kesatuan sistem untuk mewujudkan tujuan pendidikan. Seperti yang tercantum dalam UU Sisdiknas Nomor 20 tahun 2003 pasal 13 jalur pendidikan yang terdiri atas pendidikan formal, nonformal, dan informal saling melengkapi dan memperkaya. Dalam undang-undang tersebut juga disebutkan bahwa pendidikan nonformal yang masuk dalam pendidikan luar sekolah berfungsi sebagai pengganti, penambah, dan atau pelengkap pendidikan formal. Fungsi pendidikan adalah mengembangkan potensi peserta didik dengan penekanan pada  penguasaan pengetahuan dan keterampilan fungsional serta pengembangan sikap dan kepribadian profesional. Jadi, jelas sekali bahwa adanya pendidikan luar sekolah sangat penting untuk menunjang keterampilan profesional yang sangat dibutuhkan dalam menghadapi dunia kerja, terutama di era industry 4.0 seperti saat ini.

Fungsi Pendidikan Luar Sekolah

Pengganti

PLS sebagai pengganti pendidikan formal, seperti Paket A, B, dan C

 

Penambah

PLS menambah pengetahuan yang tidak diperoleh dari pendidikan formal di sekolah

 

Pelengkap

PLS melengkapi pengetahuan yang sudah didapat di sekolah tetapi belum optimal dikuasai.

Membekali Keterampilan Hidup yang Sejalan dengan Kebutuhan Industri 4.0 Melalui Pendidikan Luar Sekolah di Dumet School

Bukan rahasia lagi jika di era industry 4.0 ini kita dituntut untuk akrab dan berkarib dengan teknologi. Memilih pendidikan luar sekolah yang sesuai dengan kebutuhan indutri 4.0 tentu patut dipikirkan. Keterampilan hidup apa yang bisa Kawan Suzan  gunakan untuk bertahan di era digital seperti saat ini. Yups.Tepat! Segala keterampilan yang berhubungan dengan teknologi dan internet. Salah satu tempat penyelenggara pendidikan luar sekolah yang menyediakan fasilitas belajar yang berhubungan dengan teknologi dan internet adalah Dumet School.

Di Dumet School, ada empat program keahlian dasar yang dibuka: web master, web proggaming, digital marketing, graphic design. Keterampilan dasar yang sangat dibutuhkan oleh manusia yang hidup di era digital seperti sekarang.

Web Master

Dengan kemampuan mengelola dan memprogram sebuat web, mudah sekali untuk kamu bertahan hidup dan mencari penghidupan. Kawan Suzan dapat bekerja kantoran atau menjadi pekerja lepas. Jangan salah, pekerja lepas yang bergerak di bidang ini memiliki tarif yang lumayan mahal. Kenapa begitu? Karena pekerjaan ini rumit dan tidak semua orang mempunyai keterampilan semacam ini.

download

Digital Marketing

Menghadapi era yang serba digital seperti sekarang, tentu saja memiliki keterampilan yang satu ini akan membuat kamu banyak dicari oleh orang. Akan banyak orang yang membutuhkan jasa kamu karena segala aspek mulai dipasarkan melalui teknologi digital.

download

Desain Grafis

Dengan kemampuan desain grafis, dijamin kamu enggak bakal kelaparan. Perlu Kawan Suzan tahu, saat saya meminta dibuatkan logo “Rumah Clodi Kita” saya membayar Rp50.000 untuk satu logo. Padahal, tarif yang saya pilih adalah tarif termurah. Coba bayangkan jika sehari kamu dapat menyelesaikan 5 saja logo dengan tarif termurah! Itu baru proyek kecil yang dapat kamu lakukan. Belum lagi proyek-proyek besar yang dapat kamu jajal. Kamu juga bisa membuat usaha sendiri berbekal kemampuan desain grafis seperti Lukman Adi yang saya ceritakan di atas.

Dumet School, Pendidikan Luar Sekolah yang Terbukti Berkualitas

Dumet School adalah satu tempat kursus alias penyenggara pendidikan luar sekolah terbaik di Indonesia. Bayangkan saja, di tahun ke limanya Dumet School sudah memiliki 5 cabang dengan jumlah peserta didik sudah lebih dari 8000. Peserta didik di Dumet School berasal dari banyak latar belakang, dari siswa sekolah, mahasiswa, karyawan swasta ternama, bahkan pegawai pemerintah. Tentu saja melihat kiprahnya dalam penyelenggaraan pendidikan luar sekolah, kapasitas Dumet School tidak diragukan lagi.

Mengapa saya menyarankan kawan-kawan membekali keterampilan di Dumet School? Dumet School memiliki keistewaan dibanding tempat kursus lain sebagai penyelenggara pendidikan luar sekolah. Mau tahu?

Bagaimana,
tertarik belajar di Dumet School?

Akhir kata, saya hanya ingin mengingatkan kepada kawan-kawan semua bahwa persaingan hidup semakin ketat. Hanya orang yang mempunyai nilai yang akan menjadi pemenang. Jadi, apa nilai lebih yang kawan-kawan punya?

Artikel ini diikutkan dalam Lomba Blog Dumet School.

1 komentar untuk “Membekali Diri dengan Pendidikan Luar Sekolah”

  1. Ping-kembali: Jangan Menyalin Tulisan Langsung dari Word ke Editor Blog - Susana Devi Anggasari

Bagaimana Menurut Kalian?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.